In Memoriam: Alm Lintang

Hay Nus
          Sore ini aku gamang, aku nggak sengaja nemuin video yang amat bersejarah buatku. Video 4 tahun yang lalu, video yan mengingatkanku pada persahabatan waktu kecil kami. Lengket macam pukat burung, penuh intrik dan cerdas banget.

          Video pertama yang kulihat adalah video ini:


Asal kamu tahu saja Nus, orang diatas namanya Lintang. Teman terbaik dalam quarto dimension, dulu banget, waktu kelas empat SD kalau nggak salah. Dia bersikeras boncengin aku di sepedanya. Tetapi sayang aku menolak hal tersebut, dia bahkan telah memohon mohon bak hamba dengan paduka raja. Waktu itu dia bilang begini : “Ayo lah mass…aku pingin banget boncengen kamu” (dia dari kecil udah memanggilku mas, kami lahir di bulan yang sama, hanya senggang beberapa hari kelihatannya. Rumah kami sebelahan, dari kecil aku sering banget main sama dia –Tetapi aku menyesal sekarang-).

Dengan terpaksa aku pun membonceng. Di tengah jalan, aku ketemu dua temanku sedang jalan kaki. Mereka melirikku dengan tatapan sirik. Dulu, ada sebuah intrik kala aku di SD, ya contohnya ya begini ini, ceritanya Lintang dibenci oleh kedua kawanku ini. Jadi kuputuskan untuk turun dari sepedanya, sepeda Lintang bergoyang dan ia kaget bukan main.

          “Astagfirullahaladzim … Ya allah” begitu rapalnya sambil terpontang panting.
Dan kala itu pula aku mengucapkan kata yang kini kusesali sebagai kata paling menyakitkan dalam kehidupannya. “Dasar Lintah Lintah kecil”

Di kelas enam, kami akhirnya bersatu lagi dalam satu kelas. Dan kami sepertinya sudah sama sama melupakan kejadian tersebut.

Tahun 2013 bulan sepetember, Video di atas dibuat. Ahh, luar biasanya masih punya sedikit kenangan dengan dia. Harus kuakui kawan, aku cukup kangen dengan dia, dia pemuda yang baik, dia bahkan meminjamiku kaset video game untuk diinstalkan ke PC, dia punya segalanya. Tawanya riang penuh ingin tahu, masih kuingat waktu itu aku membesarkan hatinya yang kalah engkel meja denganku. Aku bilang kalau dia sudah terlalu kelelahan meladeni beberapa orang, sedang aku baru satu orang, “OTOTMU BESAR BOY”.

Kabar tidak mengenakan muncul, dia terkena leukimia, biasa disebut disebut kanker sel darah putih. Jadi darah putihnya begitu egois hingga menggerogoti lawan mainnya sampai habis, ia lama dirawat di rumah sakit. Tak pulang pulang, tangan perutnya disusupi berupa-rupa selang transparan yang mengalirkan cairan entah apa itu, jujur aku tak pernah menengoknya.

Tapi aku lihat detik-detiknya dari dalam rumah. Lalu detik detik itu …

Seingatku itu hari sabtu, dia baru pulang dari rumah sakit. Dari berita yang beredar “Dokter sudah tak sanggup dengan penyakitnya yang maikin parah, hanya keajaiban yang dapat menolongnya”

Sorenya, di rumah Lintang banyak sekali saudaranya berkerumun. Tiba-tiba seorang wanita bersepeda motor datang membawa tangki oksigen besar banget. Dengan tergesa gesa ia masuk ke dalam rumah Lintang.

Hanya itu yang kutahu, paginya aku telah menemukan tenda di rumahnya di bentangkan. Banyak orang berpakaian rapi datang, oh Tuhan, sebegitu cepatkah.

Dia meninggal dunia.

Dan video di atas adalah masa masa kami bersama dengan segala tawa dan canda, kami tak akan menyangka kehidupan begitu tragis untuk disimak, sekali lagi Dunia bukanlah mesin pengabul keinginan.

Oke kawan, sebenarnya masih banyak yang ingin kuceritakan. Tetapi hatiku sedang tidak keruan untuk bisa mengingat cercahan ingatan yang menyebar bagai mozaik di lukisan bob Nicole. Semoga ada NEXT TIME untukku, atau takdir sebenarnya yang menentukan.

Ohh ya, sebelum saya ceritakan. Kalian dapat menonton sebuah video akun Youtube lamaku: Rendy Agus S gambarnya aku pakai baju merah.

Akun itu udah 4 tahun bercikari tanpa admin, karena aku pun sudah lupa paswordnya. Dah dulu ya, see you next time.
Previous
Next Post »
Terima kasih atas komentar Anda